Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Thursday, December 16, 2010

Tips Foto Di Kebun Binatang


Kebun binatang adalah salah satu tempat favorit penggemar fotografi, mungkin karena kebanyakan dari kita menyukai hewan sebagai obyek foto namun merasa berat dan repot kalau harus benar-benar ke hutan, maka kebun binatang adalah jalan tengahnya. Kalau anda belum pernah menjajal kemampuan fotografi anda di kebun binatang, maka memotret di kebun binatang wajib dicoba.
Oke, sebelum anda benar-benar berangkat terlebih dahulu, kita akan membahas beberapa tips memotret di kebun binatang supaya hasil foto anda nanti bagus, silahkan:

Apa Yang perlu Anda Masukkan Ke Tas Kamera?

Peralatan yang saya rekomendasikan untuk dibawa adalah kombinasi kamera SLR + lensa medium tele diatas 85 mm atau kamera saku Super Zoom dengan zoom optik 10-12 kali kalau anda memiliki lensa makro bolehlah dibawa serta.
Lensa sepanjang ini diperlukan karena kebanyakan hewan dikebun binatang ditempatkan dalam jarak yang agak jauh dari pengunjung, bahkan seringkali ditambahi pagar kawat diantaranya. Lensa medium tele/ super zoom bisa mengatasi kondisi ini. Namun kalau anda hanya memiliki lensa pendek, jangan berkecil hati, anda tetap bisa menggunakannya untuk memotret atraksi hewan, hewan jinak yang dibiarkan berkeliaran atau bahkan suasana di kebun binatang itu sendiri.

Arahkan Fokus Pada Mata

Seperti kata pepatah, mata adalah jendela jiwa, maka untuk menangkap jiwa “kebinatangan” mereka secara jernih, fokuskan jepretan anda pada mata si hewan. Kalau anda sukses menangkap tatapan khas seekor hewan, foto anda akan berasa lebih dalam dan memiliki sentuhan


Teroboslah Pagar Kawat Itu

He he… tentu saja kata-kata diatas hanya kiasan (saya sih cuma sayang kameranya kalau anda sampai diterkam si maung). Maksud saya sebenarnya, jangan biarkan pagar kawat itu muncul di hasil foto anda nantinya. Trik menghilangkan kawat supaya tidak tampak di foto adalah begini:
  • Gunakan aperture priority (atau manual)
  • Set aperture sebesar-besarnya (pahami lagi konsep aperture)
  • Atur zoom (focal length) di posisi maksimal
  • Tempelkan lensa anda di pagar serapat-rapatnya
  • Lalu atur fokus agar jatuh di hewan (terutama matanya)
  • Jepret
Dalam kasus anda menggunakan kamera tanpa tersedia mode manual (aperture priority), gunakan mode portrait.
Cara diatas pada intinya adalah untuk mengatur Depth of Field  sedangkal-dangkalnya (shallow), sehingga saat anda menjatuhkan fokus pada hewan maka pagar kawat menjadi sangat kabur seolah-olah hilang.
Seorang kawan punya trik lebih hebat dalam mengatasi pagar kawat, “Cari pagar kawat yang agak sobek, biasanya kebun binatang di Indonesia perawatannya agak kurang, sehingga keumngkinan besar anda bisa menemukan lobang yang cukup agar lensa bisa masuk sedikit.” Nah itu kata kawan saya bukan saya sendiri
.

Tunggu Momen Ketika Hewan Berinteraksi/Beraksi

Memotret hewan yang sedang dalam posisi diam itu sudah biasa, namun memotret hewan yang sedang berinteraksi atau beraksi, itu baru beda. Interaksi disini bisa jadi interaksi hewan dengan sesama hewan, dengan pengunjung (atau pawang) atau bahkan dengan lingkungannya (misal bermain-main dengan ranting atau air). Beraksi bisa jadi hewan yang sedang mengaum, berlari atau bermain.
Kalau anda amati para juara lomba foto satwa, anda akan menemukan sebagian besar foto yang menang adalah foto yang menunjukkan hewan yang sedang berinteraksi. Kuncinya adalah kesabaran anda, karena momen seperti ini tidak bisa diatur.



Tips Untuk Hewan Hiperaktif

Dalam beberapa kasus anda akan menghadapi hewan yang gerakannya amat cepat seperti burung. Dalam kondisi seperti ini, atur setelan ISO di auto ISO, gunakan continous mode (burst) dan set shutter speed yang cukup tinggi (diatas 2 kali panjang fokal) serta atur aperture selebar-lebarnya agar foto anda tetap tajam.

Jadilah Selektif

Memotret di kebun binatang dengan pilihan hewan yang banyak dan beraneka ragam menuntut kita harus selektif dan tertata, jangan memaksakan diri ingin memotret semuanya. Cari tahu daftar hewan yang ada dan lebih baik lagi kalau anda bisa mengetahui lokasi hewan tersebut sebelumnya. Dengan begitu anda bisa memilih urutan hewan mana saja yang ingin anda foto. Pilih sasaran anda dan usahakan tetap disitu sampai anda menghasilkan paling tidak beberapa jepretan yang dirasa memenuhi standar anda. Jangan tergesa-gesa, anda tidak sedang diburu tenggat waktu bukan?



Lihat Kondisi Cahaya

Saat anda memotret hewan dialam terbuka, anda membutuhkan cahaya yang cukup, namun juga tidak berlebihan. Datanglah pagi-pagi karena saat pagi cahaya yang ada cukup namun tidak berlebihan. Cahaya di siang bolong kurang mendukung untuk pemotretan karena terlalu kuat, sifatnya datar dan keras sehingga foto akan memiliki banyak bayangan gelap dan terlalu kontras. Anda bisa mulai memotret lagi saat mulai mendekati sore hari.
Namun kalau kebun binatang yang dikunjungi cukup rimbun, maka anda beruntung karena bisa terlindung dari sinar matahari siang hari yang berlebihan. Saat diang datang, carilah lokasi yang cukup rimbun dan potretlah di area yang ada dibalik bayangan pohon.

Jangan Lupakan Obyek Lain

Meskipun anda pergi ke kebun binatang dan meniatkan diri memotret hewan, jangan lupakan obyek lain selain itu. Perhatikan juga ekspresi pengunjung saat melihat hewan-hewan tersebut, seringkali ekspresi mereka juga cukup menarik untuk diabadikan dalam foto anda.
Seringkali pihak kebun binatang juga mengadakan berbagai atraksi menarik untuk menyedot pengunjung, cari tahu apa saja atraksi yang tersedia, siapa tahu anda bisa menemukan obyek menarik disitu.
Nah selamat berburu di kebun binatang kesayangan anda :)

Thursday, November 25, 2010

12 Foto Hitam Putih Dramatis

Seorang fotografer veteran pernah berkata, “Memandang foto berwarna adalah kenikmatan mata, namun memandang foto hitam-putih adalah kenikmatan jiwa.” Ya, foto hitam-putih adalah hiburan bagi jiwa.

Dengan hilangnya komponen warna, foto hitam putih hanya akan meninggalkan komposisi, cahaya serta konteks foto itu sendiri – dengan kata lain lebih jujur, simpel serta apa-adanya. Kondisi ini seringkali justru membuat foto hitam putih terlihat lebih kuat, dramatis dan benar-benar menonjol.
Silahkan nikmati 12 foto hitam putih berikut, baik sebagai bahan inspirasi maupun sebagai penghibur jiwa:


karya maestro fotografi Ansel Adams: The Tetons and the Snake River (1942)



Foto oleh Seema KK 


Foto oleh Toni Frissell


foto oleh Alex E. Proimos


foto oleh Sukanto Debnath


foto oleh Bert K


foto oleh B_cool


foto oleh Niffty..


foto oleh Per Ola Wiberg


foto oleh * etoile


foto oleh fRandi-Shooters


Foto ikonik karya maestro fotojurnalisme Henri Cartier-Bresson: Behind Saint Lazare Station – 1932.

Nah, sudahkah anda tertarik dengan foto hitam putih?

Wednesday, November 24, 2010

Tips Menyusun Portofolio Fotografi

Portofolio seharusnya adalah representasi dari karya terbaik Anda. Portofolio pada umumnya berisi foto-foto yang paling disukai dan menggambarkan jenis dan gaya fotografi Anda dengan jelas.

Portfolio tidak perlu berisi banyak foto. Bila terlalu banyak, apalagi tercampur dengan foto-foto yang biasa-biasa saja, calon klien, bos atau sekolah akan menganggap karya Anda tidak konsisten dan merupakan fotografer biasa-biasa saja. Selain itu semakin banyak foto semakin besar kemungkinan gagal dalam meninggalkan kesan yang mendalam. Oleh sebab itu, portfolio yang baik cukup berisi kurang lebih 12-30 foto.


Foto-foto yang ditampilkan juga sebaiknya merupakan jenis foto yang Anda paling sukai, contohnya bila Anda menyukai foto model atau potret, maka portfolio Anda seharusnya adalah foto potret bukan foto satwa atau foto lain lainnya.
Apabila Anda memang memiliki minat lebih dari satu jenis fotografi, dan Anda sangat mahir di keduanya, misalnya foto pernikahan dan foto model, maka siapkan dua kategori portofolio, jangan dicampur aduk.
Saat sekarang ini, meskipun banyak fotografer menampilkan portfolionya lewat website berupa galeri foto atau slideshow, portfolio yang berisi foto yang dicetak tetap lebih baik.  Website cukup berguna, tapi jangan hanya mengandalkan website saja.
Kualitas cetak dan kemasan portofolio Anda juga harus di perhatikan. Cetaklah foto dengan kualitas kertas yang baik, jangan mengandalkan printer pribadi atau lab foto yang biasa mencetak foto untuk umum. Carilah lab foto berkualitas profesional yang bisa dipercaya. Lalu jangan pula asal memasukkan foto-foto ke dalam map. Tapi bikin kemasan yang kreatif dan sesuai dengan visi Anda. Bila Anda tidak menghargai karya Anda sendiri, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menghargai karya Anda.
Kemasan portofolio Anda akan memberikan suatu sinyal penting berapa tingkat kreatifitas dan tingkat perhatian Anda terhadap detil. Bila Anda menemui kesulitan, Anda bisa meminta bantuan desainer komunikasi visual / grafis untuk membantu Anda.

Demikian tips tips saya tentang cara menyusun portofolio, semoga bermanfaat.

Situs yang berguna:
No Plastic Sleeves: Ide-ide menyusun kemasan portfolio
Photo Shelter : webhosting dan foto galeri siap pakai.

Contoh Video: Youtube

Saturday, November 20, 2010

Mengganti Lensa SLR Secara Aman dan Cepat

Salah satu kelebihan utama kamera SLR dibandingkan kamera saku adalah karena SLR memungkinkan adanya penggantian lensa (interchangeable). Hanya dengan satu kamera dan jika kita mampu membeli beragam lensa (atau pinjam lensa teman), kita  memperoleh kebebasan berkreasi yang luar biasa dengan mengganti-ganti lensa sesuai keperluan.

Namun begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses penggantian lensa, terutama jika anda melakukannya di luar ruangan (outdoor). Penggantian lensa di luar ruangan rawan mengakibatkan debu dan kotoran masuk ke kamera dan menempel disensor, sehingga membuat hasil akhir foto tampak ‘ternoda’ seperti terlihat di contoh foto dibawah. Selain itu ketidakcermatan bisa mengakibatkan lensa yang sudah susah payah dibeli beresiko rusak dan jatuh sehingga anda akan menyesal.

dusty

Berikut cara praktis dan aman mengganti lensa SLR:



  • Kalungkan tali kamera di leher, kemudian posisikan kamera agar menggantung dan menghadap ke bawah
  • Pasang tutup depan (front cap) lensa yang akan diganti
  • Sembari menekan tombol kuncian lensa (biasanya disamping kiri lensa), putar lensa yang akan diganti berlawanan dengan arah jarum jam
  • Putar sampai lensa kendor, namun jangan sampai benar-benar dilepas dari kamera
  • Ambil lensa baru yang akan dipasang. Lepas tutup lensa dibelakang (end cap) dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau sementara pegang lensa-nya dengan satu tangan
  • Sekarang lepas lensa lama dengan tangan yang lain (biarkan kamera menggantung dan tetap menghadap kebawah)
  • Sekarang pasang lensa baru dengan cepat (perhatikan titik putih dilensa, sejajarkan posisi titik putih ini dengan titik putih di kamera) lalu putar hingga terkunci
  • Ambil tutup belakang (end cap) lensa lama dan pasangkan di lensa yang baru
  • Taruh lensa lama di tas kamera
Sedikit tips tambahan:
Setelah penggantian lensa usahakan anda mengaktifkan fitur sensor cleaning di kamera sehingga mengurangi resiko foto anda terdapat bercak debu.

Kemudian hindari mengganti lensa saat angin kencang, apalagi anda memotret di pantai berhati-hatilah!

Wednesday, November 17, 2010

Tips Memotret Wajah dengan Karakteristik Khas

Kadangkala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya: hidung yang pesek, pipi tembem, kupingnya besar, dll) hmm... karena tidak ada manusia yang sempurna. Yang sempurna hanyalah Tuhan

Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman anda tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.

foto wajah by sektor dua



Berikut tipsnya:

  1. Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya
  2. Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak, gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini
  3. Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol
  4. Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.
  5. Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang
  6. Jika wajah teman lumayan tembem, bilang dia supaya diet (hehe just kidding :p). Aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja.

Tuesday, November 16, 2010

Tips Bagaimana Mencari Uang Lewat Fotografi?

Suatu ketika mestinya muncul di benak kita : bagaimana ya caranya agar hobi fotografi ini bisa menghasilkan uang / pemasukan? Walaupun penghasilannya setidaknya cukup untuk membeli lensa, aksesoris tambahan, atau bahkan upgrade kamera . Kemudian berkembang menjadi penghasilan sehari-hari dengan jumlah penghasilan yang lebih besar lagi? Mari kita bahas beberapa caranya :

Bisnis Pemotretan
Yang ini kayaknya membutuhkan keseriusan tapi hasilnya menjanjikan. Malah, bisa-bisa alih profesi menjadi fotografer professional. Apa yang bisa dipotret? Prewedding , wedding , photo close-up , company profile dan masih sangat banyak lagi. Ini bisnis fotografi sebenarnya . Mulailah dengan membangun sebuah portofolio yang bagus dan jangan lupakan jaringan bisnis.


Stock Photography
Apa itu? Simplenya , kita jualan foto kita di internet dengan harga yang murah meriah . Walaupun untungnya hanya sedikit misalnya 1$, tapi kalau yg download / beli image-nya 10000 orang?.  Padahal modalnya hanya sebuah komputer atau laptop kemudian internet sehingga kita cukup mengupload foto serta harus mempunyai cukup kemampuan membuat foto yang baik dan dibutuhkan oleh orang banyak.
Beberapa website yang memfasilitasi : iStockPhoto, stock.xchng, dan getty images
dan salah satu yang berasal dari Indonesia yaitu ayofoto.com



Lomba-Lomba Fotografi
Persaingannya lebih sulit lagim. Harus sudah mempunyai foto-foto yang berkualitas bagus untuk diperlombakan. Lomba-lomba fotografi sering diadakan baik di dalam maupun luar negeri. Tapi harap waspada, beberapa lomba terkadang mempunyai aturan yang tidak berpihak ke fotografer. Terkadang malah seperti mencari foto bagus dengan harga murah. Perhatikan lagi aturan-aturan dalam berlomba.

Contoh Lomba Fotografi


Membuat Buku Fotografi
Buku belajar fotografi, tips and trik dan sejenisnya. Kenapa tidak dicoba saja? Setahu saya buku fotografi di Indonesia masih sedikit dan terkadang banyak yang kurang lengkap. Sedangkan di luar negeri lumayan populer. Buku yang isinya foto-foto dengan sedikit deskripsi, lebih menonjolkan artistik / karya dari fotografernya. Kenapa tidak kita mulai dengan membuat buku tentang keindahan alam Indonesia? Tentang flora dan fauna Indonesia?

Contoh Buku Fotografi


Kursus Fotografi / e-Book
Jika anda sudah mahir bisa saja anda membagi ilmunya. Kenapa tidak buka kursus privat untuk fotografi? Saya tahu ada beberapa yang pernah menawarkan kursus privat semacam ini di forum-forum. Ada yang tentang basic fotografi , ada yang membahas fotografi makro saja. Ternyata banyak peminatnya.
Kalo e-Book saya tahu satu contohnya yaitu fotoindah.com. Selain dapat e-book, anda dapat juga konsultasi gratis.



Foto tour
Maksudnya semacam agen travel ke daerah wisata tertentu tapi lebih menekankan ke kegiatan-kegiatan fotografi. Memotret sunrise subuh-subuh dan sunset menjelang petang. Dan pemandunya juga harus tahu spot-spot yang menarik untuk dipotret. Kenapa yang seperti ini jarang di Indonesia ya? Contoh dari Indonesia yaitu BelitungIsland.com. Di iklan majalah luar negeri saya sering baca : ada tour fotografi ke Afrika, ke bagian negara US pada waktu-waktu tertentu. Seperti mereka mempromosikan keindahan daerahnya.

Blogging
Mulai blogging tentang fotografi , sesuatu hal yang kita sukai bersama. Tentunya tidak sulit kan. Share tips dan trik dalam berfotografi dan tunggu incoming traffic yang masuk. Ah masa sih bisa sukses? tentu saja bisa contohnya blog bikinan Darren Rowse yang membahas fotografi. Trafiknya sangat ramai dan rangking-nya selalu #1 di Google. Jangan salah, pemasukannya bisa lebih besar dari fotografer professional



Dagang
Berdagang mulai dari aksesoris fotografi , kaos fotografi sampai jasa edit dan sebagainya. Tentunya anda pasti sudah tau

Tips Fotografi Outdoor: Jangan Berhenti Saat Mendung Tiba

Kalau menyukai fotografi di alam lepas (outdoor), seringkali kita dihadang cuaca yang tidak bersahabat. Mendung misalnya. Tapi jangan biarkan mendung menghalangi keasyikan anda memotret. Berikut beberapa tips dan obyek yang justru lebih bagus di foto dalam cuaca mendung.:
 
Orang/ Portrait & Hewan Mendung menghasilkan pencahayaan yang rata dan lembut, seolah-olah anda memiliki softbox raksasa di atas sana. Cahaya saat mendung menghasilkan foto wajah yang lebih bagus. Saat memotret wajah di tengah terik matahari anda akan kesusahan mengontrol bayangan dan kontras gelap terang yang terlalu keras (biasanya di bawah mata dan hidung serta bagian leher).



Pepohonan Cobalah memotret rimbun pepohonan saat terik matahari, anda akan mendapati kontras yang terlalu keras antara langit dan daun. Saat mendung kontras ini akan berkurang secara drastis sehingga keseluruhan hasil foto akan lebih bagus.


Air Terjun & Sungai Air terjun dan aliran sungai akan jauh lebih bagus di foto saat mendung tiba. Kita akan lebih mudah membuat efek kapas yang membuat air tampak seperti gumpalan kapas yang lembut, bahkan semakin gelap mendung akan semakin halus “kapas” yang didapat.


Langit Mendung membuat langit tampak lebih dramatis karena ada gradasi antara gelap dan terang.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Monday, November 15, 2010

11 Tips Memotret Dengan Kamera Handphone

11 Tips Memotret Dengan Kamera Handphone

2353589363_07b284fe16

Handphone adalah alat yang selalu kita bawa kemana – kemana, bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi namun juga karena ia memiliki kemampuan ‘super’; pemutar mp3, GPS, perekam, organizer dan tentu saja kamera.

Dengan terus bertambahnya kemampuan kamera handphone (megapiksel, kualitas lensa dan adanya flash), frekuensi dan jumlah penggunanya juga semakin banyak. Sayangnya, hasil foto menggunakan kamera ini masih tetap terbatas. Bukan semata karena kualitas kamera namun juga mungkin cara kita menggunakannya.
Ini adalah 11 tips yang bisa anda pakai untuk memaksimalkan kualitas foto dari kamera handphone, apapun merk handphone anda, silahkan:
  • Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto
  • Kamera handphone cenderung memperkecil obyek foto, jadi selalu usahakan agar anda memotret dari jarak yang cukup sehingga keseluruhan obyek bisa memenuhi frame tanpa harus menggunakan zoom. Zoom akan menurunkan resolusi foto anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam.

  • Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi
  • Kamera hanphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan selalu agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.  
  • Pegang handphone se-stabil mungkin

    2095094840_1a0c27fa75_m
    Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan selalu agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.
  • Komposisi
  • 175669860_2c90793880_m
    Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Namun jangan terpaku, seperti kata para fotografer tenar bahwa dalam aturan pertama dalam fotografi adalah tidak ada aturan,  yang ada adalah selera.
  • Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa
  • Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya dari bawah obyek seperti contoh di bawah.
  • Pilih resolusi tertinggi
  • Resolusi tertinggi berarti foto yang dihasilkan memiliki detail lebih banyak dan bisa dicetak lebih besar. Jika kamera memberi pilihan resolusi, pilihlah resolusi tertinggi. Juga resolusi tinggi juga berarti ukuran file yang lebih besar, ini menjadi pertimbangan bagi pemilik handphone dengan kapasitas memory terbatas atau misalnya foto akan dikirim maka akan membutuhkan waktu transfer lebih lama.
  • Pastikan lensa selalu bersih
  • Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.
  • Kenali waktu jeda shutter
  • Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.
  • Hindari mengedit foto dari handphone
  • Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), namun jika anda cukup tahan godaan dan rela kerepotan mengolah foto di komputer, maka hasilnya akan jauh lebih bagus dan kita akan memiliki keleluasaan kreatif yang lebih besar nantinya ketika mengolah foto di komputer.
  • Foto sesering mungkin
  • Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus.
  • Jangan beri efek di handphone, beri efek di komputer
  • Kebanyakan handphone melengkapi dirinya dengan aplikasi tertentu yang memungkinkan kita mendapat efek seperti yang kita maui, misalnya hitam-putih, crop, sephia dll. Namun untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan software photo editor pilihan anda.
    Kamera HP


    Kamera HP

Sunday, November 14, 2010

Tips Foto Hitam Putih

 
Foto hitam putih adalah salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya elemen warna yang mengganggu, kadang foto hitam putih justru lebih kuat membekas di benak yang melihatnya. Orang sering bilang lebih dramatis dan elegan (itulah kenapa fotografer wedding selalu menyertakan beberapa foto hitam putih dalam album yang diserahkan ke klien atau pengguna jasa). Berikut adalah tips memotret foto hitam putih yang mungkin berguna bagi anda:
  1. Potretlah dalam mode warna – Kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena dalam mode ini sensor mengambil data dari 3 channel – Red, Green dan Blue atau RGB. Untuk itulah, foto hitam yang dihasilkan dari pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasya519690623_3997539eb4
  2. Setting ISO serendah mungkin – Noise (bintik-bintik kecil putih yang muncul di foto anda) akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibanding dalam foto warna. Gunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto di proses nantinya, noise bisa diminimalkan.
  3. Mendung adalah saat terbaik – Adanya mendung akan membuat kontras lebih rendah, dan ini adalah saat terbaik untuk membuat foto hitam – putih. Anda tidak akan terlalu perduli warna langit yang abu – abu, toh dalam foto hitam putih tidak akan terlalu terlihat. 3393996603_4c1ac6e74a
  4. Eksploitasi tekstur, pola dan garis – Dalam foto hitam putih, tekstur – pola dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik. Untuk itu eksploitasi-lah jika anda menemukan adanya komponen tersebut. 2825096567_af984f9725
  5. Sidelighting adalah cahaya terbaik – Ketika memotret di luar ruangan untuk foto hitam putih anda, tonjolkan bentuk secara maksimal dengan mengandalkan pencahayaan samping (sidelighting), sehingga jatuh bayangan jadi sangat menarik. Sidelighting terjadi saat anda memotret di pagi atau sore hari.

Saturday, November 13, 2010

Tips Memotret Bunga

Foto bunga adalah salah satu proyek foto yang sangat populer bagi pemilik kamera, apalagi bagi pemilik kamera baru, foto bunga hampir selalu wajib dicoba. Mari kita bahas beberapa tips memotret bunga supaya hasil foto anda nantinya dipuji teman-teman:


1. Jangan memaksakan harus ke taman
Kalau anda tinggal di daerah dataran tinggi atau pedesaan yang relatif banyak “koleksi” tanaman bunga dimana-mana, maka anda cukup beruntung. Sialnya adalah bila anda tinggal di kota yang cukup urban. Susah sekali menyari suasana yang penuh dengan bunga-bunga indah? Untungnya ada profesi yang namanya florist alias si tukang bunga. Carilah florist terdekat dan belilah bunga darinya. Memang jadi ada tambahan biaya tapi dijamin anda bisa memilih jenis dan kualitas bunga yang sesuai keinginan. Atau mungkin anda juga dapat menanam bunga di sekitar pekarangan rumah anda. Tanamlah bunga-bunga yang menarik untuk difoto. Bunga yang penuh dengan beragam warna agar hasil foto sangat menarik.


2. Jangan memotret bunga dari atas
Kenapa jangan dari atas? karena nantinya akan kelihatan biasa-biasa saja. Cobalah potret dari samping, atau malah dari bawah sekalian seperti foto diatas. Menarik bukan? Cobalah bereksperimen dengan beragam sudut pemotretan, jangan takut mencoba!


3. Basahi bunga atau potretlah setelah hujan
Bunga yang basah atau berembun memiliki keistimewaan tersendiri bagi mata yang melihatnya. Untuk memotret bunga dalam kondisi basah, anda bisa menunggunya setelah hujan atau memotretnya pagi-pagi sekali setelah malam yang berembun. Jika dua kondisi ideal ini tidak terpenuhi, anda toh bisa membasahinya sendiri. Gunakan semprotan bunga dari jarak yang agak jauh dan kalau bisa aturlah agar butiran airnya selembut mungkin supaya tekstur air yang menempel di bunga lembut dan kelihatan alami.


4. Aturlah agar background nyambung dan seirama
Niatan anda memotret bunga adalah untuk menangkap keindahan mereka, untuk itu pastikan obyek utama (bunga) tetap menonjol keindahannya dan tidak dicemari background yang kurang seirama atau terlalu sibuk. Lakukan segala upaya agar anda memperoleh background yang oke: ganti sudut pemotretan, singkirkan background yang mengganggu, pilih aperture besar supaya background jadi blur, atau lakukan pemrosesan menggunakan photoshop untuk membuat background terasa lebih pas.


5. Potretlah secara close-up
Untuk memotret bunga secara close-up anda bisa melakukannya dengan cara: zoom lensa anda sampai maksimum, atau gunakanlah filter close-up, atau kalau anda punya kamera SLR maka anda bisa menggunakan lensa makro. Memotret bunga secara close up membantu membuat background semakin blur dan juga meningkatkan detail yang tertangkap kamera sehingga hasilnya lebih menonjol.


6. Untuk foto super close-up lakukan di dalam ruangan
Foto bunga super close-up menggunakan lensa makro atau filter close-up seperti foto diatas, jika anda melakukanya di luar ruangan maka anda harus menghadapi beberapa tantangan, salah satu yang paling sulit adalah angin. Foto bunga super close-up memiliki jarak fokus yang sangat tipis, jadi begitu angin bertiup dan bunga anda sedikit bergerak saja sudah mengubah titik fokus. Untuk itu, kalau anda bisa membawa bunganya kedalam ruangan supaya resiko tiupan angin hilang maka pekerjaan akan jauh lebih mudah. Selain itu, kita akan lebih mudah mengontrol background (misalnya gunakan kertas atau kain yang warnya sesuai keinginan anda) dan pencahayaan (misalnya gunakan cahaya dari jendela serta beberapa kertas manila sebagai reflektor). Gunakan manual fokus dan gunakan aperture sekecil-kecilnya (f/x; dimana x diset di angka yang terbesar misal f/22 atau f/16), serta gunakan tripod untuk membantu mengkomposisi foto.


Oke, selamat mencoba dan silahkan tambahkan beberapa tips lainnya di komentar.

Friday, November 12, 2010

12 Foto Hujan Kreatif

Anda sudah menggebu berniat menghasilkan beberapa foto spektakuler, kamera lensa dan segala aksesoris sudah di siapkan rapi. Langit biru, cuaca cerah, anda berkendara menuju lokasi yang diinginkan. Tiba-tiba mendung pekat datang, hujan turun tanpa ampun. Pulang dan tidur? Saya sarankan jangan. Tetaplah meneruskan niatan hunting foto, karena hujan bukan penghalang bagi fotografi. Hujan justru merupakan obyek menarik yang perlu kita rekam dalam foto.
Tidak percaya? silahkan lihat 12 foto dibawah ini. Foto-foto ini memberi kita inspirasi bagaimana secara kreatif memanfaatkan hujan sebagai sebuah obyek foto yang fantastis, lagipula di Indonesia kita hanya punya dua musim: hujan atau kemarau. Foto-lah momen saat air menyentuh tanah, rekam bagaimana interaksi dan ekspresi orang ketika hujan datang, atau bekukan peristiwa saat hujan meniupkan energi bagi alam, menarik bukan?

  • A Walk In The Rain oleh Marcel Germain
  • 2120931169_19177415c2.jpg 
    • When do the rainbows get here? oleh Todd Baker
    • 782600096_e9b4a522e9_z.jpg 
    • Untitled oleh Shahram Sharif
    • 452346284_cc120a1a0e.jpg 
    • There’ll be blue skies over oleh Richard Outram
    • 4109695371_4ea62d474e_z.jpg 
    • 0239 oleh Cia De Foto
    • 3223954930_72e80bb01c_z.jpg 
    • Drive oleh Kyle May
    • 1471408434_4ba6672feb_z.jpg 
    • Fall Is Here oleh Brittany G
    • 1572248439_bbde6c9637_z.jpg  
    • I Love Noise oleh Luca Boldini
    • 4700816661_bbcaecf673_z.jpg

    • Lightning 03 oleh Moonsheep
    • 1232858386_6dc57691bb.jpg 
    • Crossing oleh Robert Donovan
    • 2337221655_4f6e701345.jpg
    • It was an ugly night oleh Kenny Louie
    • 3497587443_7292cb5d26.jpg
    • A Golden oppurtunity oleh Kevin Dooley
    • 4294660659_28e9bda493.jpg
    Jadi..... HUJAN? SIAPA TAKUT!
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...